#Kissed By Queen_Intan
  • 11 bulan yang lalu / adapun biaya yang diperlukan sebesar Rp 1.805.000.000,- (Satu Milyar Delapan Rates Lima Inta Rupiah). dengan ini kami memohon kepada Bapak/lbu kiranya dapat memberikan bantuan dana guna terwujudnya sarana dan prasarana ibadah tersebut.Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas terkabulnya permohonan ini kami mengucapkan terima kasih.Jazakumullah khafran katsifra
  • 11 bulan yang lalu / Permohonan Bantuan dana Pembangunan Masjid kami berencana membangun masjid berukuran 14 x 12 m2 dua lantai yang akan digunakan untuk sarana ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya yang nyaman. Sedangkan lahan yang tersedia seluas 18 m X 47 m,
  • 11 bulan yang lalu / Mohon do’a restu untuk pembangunan masjid di desa kami, desa cawitali gununrguntur kec. bumijawa kab.Tegal
X - star Team :

Profile

Profile Singkat Masjid Al-Ikhlas Cawitali, Bumijawa

Berawal dari sebuah langgar kecil di Kampung Pinggiran Selatan Kab. Tegal, Masjid Al-Ikhlas terus berusaha membangun Ummat dan Mensejahterakan Masyarakat. Ini adalah wujud dari semangat kami, untuk menjadi Muslim yang salih seutuhnya tanpa kehilangan akar budaya.

Asal Nama Masjid

Sejak masjid dibangun, sudah banyak usulan “Nama” terhadap masjid yang tengah dalam proses pembangunan yang dimulai pada tanggal 20 September 1966 di desa cawitali ini. Bahkan hingga hari ini masih selalu saja ada orang yang mempertanyakan tentang nama Masjid yang terletak di tengah-tengah kampung ini. Tetapi para Pendiri dan Perintis Dakwah di Al-Ikhlas telah sepakat memberi nama Masjid ini dengan nama “Masjid Al-ikhlas”.

Dengan alasan:

  1. Berdasarkan Sunnah Rasulullah SAW, ketika memberi nama masjid yang pertama beliau dirikan di kampung Kuba Madina di beri nama juga “Masjid KUBA” demikian pula dengan masjid yang dibangun di kampung “Bani Salamah” juga dikenal sebagai Masjid “Bani Salamah”, hanya karena ada peristiwa peralihan arah kiblat, maka masjid tersebut kini lebih dikenal sebagai “Masjid Kiblatain”
  2. Masjid diharapkan memiliki wilayah yang jelas, dengan nama masjid “Al-Ikhlas” , maka otomatis masjid telah memiliki wilayah teritorial dakwahnya.
  3. Masjid diharapkan mampu menjadi perekat dan pemersatu masyarakat cawitali, Bumijawa yang sebelumnya terkotak-kotak dalam aliran politik dan gerakan politik dimasa-masa pergolakan sebelum peristiwa 1965. Masjid Al-Ikhlas bisa menjadi alat pemersatu ummat dan masyarakat bebasis kultur kampung “Cawitali” sehingga proses ishlah masyarakat segera berlangusng melalui masjid pasca terbebasnya masyarakat dimasa-masa Demokrasi Liberal yang berpuncak tragedi 30 September 1965.

Visi

Terwujudnya masyarakat sejahtera lahir bathin yang diridhoi Allah melalui kegiatan kemasyarakatan yang berpusat di Masjid.

Misi

  • Menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat
  • Memakmurkan kegiatan ubudiyah di Masjid
  • Menjadikan masjid sbg tempat rekreasi rohani jama’ah
  • Menjadikan masjid tempat merujuk berbagai persoalan masyarakat
  • Menjadikan masjid sebagai pesantren dan kampus masyarakat

Moto

Takmir Masjid A-Ikhlas mempunyai moto pemicu, semangat dan motivasi para Pengurus, serta sebagai prinsip dan jati diri dari Takmir Masjid Al-Ikhlas.
Moto dari Takmir Masjid Al-Ikhlas adalah “Dari Masjid Membangun Umat Dan Beramal.”

Program Kerja Takmir

  1. Memasyarakatkan masjid dan memasjidkan masyarakat
  2. Membangun kelembagaan masjid yang profesiona ldalam karya, ikhlas dalam niat
  3. Melaksanakan tertib administrasi, efisiensi, transparansi dalam anggaran
  4. Mengembangkan seluruh potensi jama’ah bagi kemakmuran masjid dan kesejahteraan jamaah
  5. Mengembangkan Dakwah jama’ah dan jama’ahdakwah
  6. Pendekatan kesejahteraan dalam dakwah
  7. Menggarap dan membina generasi muda yang berjasad kuat, berwawasan luas, berjiwa marhamah, berprestasi, dan mandiri
  8. Membina keluarga jama’ah yang sakinah sebagai benteng ketahanan ummat
  9. Mengelola majlis-majlis ta’lim yang terencana dan terprogram untuk pemahaman Islam yang utuh dan luas, sempurna
  10. Peningkartan kualitas ibadah dari segi syar’i maupun teknis
  11. Menggali sumber dana yang optimal tanpa harus memberi beban kepada jama’ah